Peran Gereja dalam Penanganan HIV/AIDS


Ilustrasi (Ist)

Masalah HIV/AIDS  menjadi masalah serius dan memprihatinkan. Banyak umat/warga gereja termasuk pekerja Gereja telah terinfeksi dan meninggal akibat HIV/AIDS. 

Indonesia.  Menurut Rachel Stredwick (HIV Unit for South and South East Asia) penyebaran virus HIV/AIDS telah menjangkiti seluruh dunia, terutama kawasan Asia-Afrika. Indonesia pun kini telah menjadi sasaran penyebaran virus ini. Data UNAIDS menunjukkan, korban HIV/AIDS di Asia mencapai 8,2 juta orang dan 1,2 juta orang terjangkit pada tahun 2004 saja. Wilayah penyebaran HIV yang paling cepat ada di China, Indonesia dan Vietnam. Pada tahun 2005 diperkirakan setiap hari terdapat 13.500 orang yang baru terinfeksi HIV dan 8.000 orang meninggal dunia karenanya. Ditambahkannya lagi bahwa lebih dari 95 persen penyebaran virus ini terjadi di negara-negara yang sedang berkembang dan hampir 50 persen orang yang hidup dengan HIV (PLHA) adalah wanita. Di wilayah sub-Sahara Afrika, hampir 57 persen orang dewasa yang terinfeksi HIV adalah wanita dan 75 persen orang-orang muda yang terinfeksi HIV adalah wanita dan anak perempuan/gadis.

Tanah Papua. Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi provinsi paling tinggi penderita acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Umumnya yang mengidap AIDS berusia 15-49 tahun, dengan presentasi diatas 1 persen dan 2,4 persen. Berdasarkan data dari tahun 1987-2012, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), mencatat ada 7572 kasus. Kemenkes mencatat dari tahun 1987 sampai dengan Maret 2012 terdapat 30.430 kasus AIDS dan 82.870 terinfeksi HIV di 33 provinsi di Indonesia. Pada tahun 2012 sendiri (Orang dengan HIV dan AIDS) ODHA pada orang dewasa yang terinfeksi sebanyak 591.823 jiwa. Dengan endemik terbesar di Jawa, Bali, dan Sumatera. Tahun 2010 memiliki angka terbesar untuk kasus HIV yang berjumlah 21.591 jiwa dan AIDS sebanyak 6.476 jiwa. Dalam kurun waktu Januari hingga September pada tahun 2012, golongan wanita yang terjangkit HIV/AIDS yang berasal dari tenaga non profesional (karyawan) sebanyak 589 jiwa, ibu rumah tangga 561 jiwa.

Peran Gereja Gereja sebagai salah satu komponen dari masyarakat sipil yang startegis di Papua harus mengambil bagian dalam upaya-upaya pencegaahan dan perlindungan. Upaya pencegahan dan perlindungan dapat dilakukan melalui: Melembagakan unit khusus dalam struktur gereja, menyusun rencana strategis, menyiapkan tenaga terlatih (kader) yang akan berfungsi sebagai tenaga penyuluh dan konseling pastoral. Dalam kaitan dengan upaya perlindungan, maka gereja perlu melakukan upaya-upaya seperti: menentang sikap negatif masyarakat yang menghakimi orang yang terinfeksi virus HIV/AIDS, mengurangi ketakutan dan salah pengertian tentang HIV/AIDS, menyediakan informasi akurat tentang HIV/AIDS, seperti cara pencegahan dan pelayanan untuk keluarga dari orang yang terinfeksi HIV/AIDS serta mengorganisir kaum remaja dan pemuda/i gereja untuk menjadi generasi gereja yang terbebas dari sex dini , sex bebas. (MK)

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s